Di gambar kerja, empat profil ini sering muncul berdampingan. Di lapangan, keempatnya sering tertukar — dan akibatnya bukan sekadar estetika, tetapi kapasitas struktur yang tidak sesuai perhitungan. Perbedaan utamanya ada pada bentuk penampang, yang menentukan apakah profil lebih tepat memikul beban aksial (kolom) atau beban lentur (balok).
H Beam — sayap lebar, untuk kolom
H Beam punya sayap lebar dan tebal relatif terhadap tingginya, sehingga penampangnya menyerupai huruf H. Sayap lebar memberi bidang tumpu besar dan tahanan tekuk yang tinggi, dan itulah alasan H Beam menjadi pilihan alami untuk kolom.
Ukuran umum: 100×100, 150×150, 200×200, 250×250, 300×300, sampai 400×400 mm, panjang 12 meter. Ukuran 200×200 paling banyak dipakai di pasar karena cocok untuk gudang dan bangunan komersial ringan.
Konsekuensi praktisnya: H Beam berat. Satu batang 200×200 panjang 12 meter berada di kisaran setengah ton lebih, sehingga pengiriman memerlukan alat angkat dan akses jalan yang memadai.
WF — sayap sempit, untuk balok
WF (wide flange) juga berpenampang I, tetapi sayapnya lebih sempit dan badannya lebih tipis dibanding H Beam pada tinggi yang sama. Distribusi material yang demikian membuat WF sangat efisien menahan lentur — artinya WF adalah profil untuk balok.
Ukuran umum: 150×75, 200×100, 250×125, 300×150, 350×175, 400×200, 500×200, 588×300, dan 700×300 mm, panjang 12 meter.
Meski namanya “wide flange”, WF justru punya sayap lebih sempit dari H Beam. Ini sumber kebingungan yang paling sering terjadi, karena namanya terdengar seperti profil dengan sayap paling lebar.
INP — profil I sayap sempit generasi lama
INP adalah profil I dengan sayap sempit dan sisi dalam sayap yang miring. Profil ini lebih tua dari WF, dan sampai sekarang masih dipakai untuk balok, rel, dan rangka — terutama pada pekerjaan yang mengikuti gambar lama atau anggaran yang ketat.
Ukuran: 80, 100, 120, 140, 160, 180, 200, 250, dan 300 mm, panjang 12 meter.
Keterbatasan INP adalah sayapnya yang sempit: untuk bentang panjang, WF lebih efisien karena tahanan lenturnya lebih besar per kilogram baja. Di pasaran, INP juga lebih jarang diproduksi sehingga ukuran besar sering harus indent.
UNP — kanal U, sering dipakai ganda
UNP adalah profil kanal U dengan sayap sejajar. Bentuknya terbuka pada satu sisi, sehingga tahanan terhadap puntir lebih rendah dibanding profil I. Namun UNP mudah disambung dan dipasang, dan karena itu banyak dipakai untuk balok sekunder, rangka mesin, dan kolom ringan.
Ukuran: 50, 65, 80, 100, 120, 140, 150, 200, 250, dan 300 mm. Panjang 6 meter untuk ukuran kecil dan 12 meter untuk ukuran besar.
Praktik yang lazim adalah memasang dua UNP punggung-punggung (double UNP). Konfigurasi ini membentuk penampang kotak sehingga jauh lebih kaku terhadap tekuk, dan biasa dipakai untuk kolom ringan.
Tabel perbandingan singkat
| Profil | Bentuk | Posisi utama | Panjang standar |
|---|---|---|---|
| H Beam | I, sayap lebar & tebal | Kolom, struktur bentang besar | 12 m |
| WF | I, sayap sempit, badan tipis | Balok lentur, gording besar | 12 m |
| INP | I, sayap sempit, sisi miring | Balok bentang pendek-sedang | 12 m |
| UNP | Kanal U | Balok sekunder, kolom ringan (ganda) | 6 m / 12 m |
Apa yang terjadi bila salah pilih
- WF dipakai sebagai kolom utama — sayap sempit membuat tahanan tekuk rendah, sehingga kolom lebih mudah menekuk pada beban aksial besar.
- H Beam dipakai sebagai balok bentang panjang — boros baja, karena material yang seharusnya menahan aksial dipakai untuk menahan lentur.
- INP dianggap sama dengan H Beam — kesalahan penulisan di pasaran. Gambar yang menyebut “INP 200” bukan berarti H Beam 200×200; berat dan dimensinya berbeda jauh.
- UNP tunggal dipakai sebagai kolom — sumbu lemahnya mudah menekuk. Kalau tetap memakai UNP, pasang ganda.
Cara membaca penulisan ukuran
H Beam, WF, dan INP umumnya ditulis dengan dua angka: tinggi × lebar sayap, misalnya WF 200×100 berarti tinggi 200 mm dan lebar sayap 100 mm. UNP dan CNP ditulis dengan tiga angka bila tebal ikut disebut, misalnya UNP 100×50×5. Untuk CNP, tebal sangat menentukan karena tersedia dari 1,2 mm sampai 3,2 mm pada tinggi profil yang sama.
Karena itu, saat memesan, sebutkan jenis profil, tinggi, lebar, dan tebal. Menyebut “besi 200” saja hampir selalu berujung pada material yang salah kirim.
Ringkasan memilih
- Butuh kolom → H Beam.
- Butuh balok bentang panjang → WF.
- Butuh balok bentang pendek dengan anggaran ketat → INP.
- Butuh balok sekunder, rangka mesin, atau kolom ringan ganda → UNP.
- Butuh gording atap ringan → CNP, bukan UNP.
Untuk semua profil struktural, lihat katalog produk kami.
